Maraknya berita kasus mlm penipu beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian masyarakat. Hingga kini, kekhawatiran akan adanya praktik penawaran MLM nyaris membuat sebagian besar di antara kita menggeneralisir bahwa semua MLM adalah penipu.

Faktanya, MLM adalah aktivitas bisnis resmi yang diakui oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Hal yang mestinya diwaspadai ialah upaya penipuan dari sebagian pihak yang menggunakan modus MLM. Salah satu nya yang kita dengar belakangan ini adalah Bisnis MLM Qnet Penipuan. Bagaimanakah cara mengidentifikasi praktik penipuan ini?

MLM dan Relevansinya dengan Teknologi Informasi

Bertahun-tahun semenjak kehadirannya di Indonesia, praktik bisnis MLM turut mengalami perkembangan sesuai kemajuan teknologi informasi. Wujud mutakhir bisnis MLM ini biasanya berupa affiliate marketing yang seringnya menawarkan penjualan virtual products, ebook, software, dan sebagainya.

Garis pelaksanaan praktiknya masih berpedoman pada teknik multi level marketing alias berjenjang. Misalnya seseorang berhasil menjual produk akan berhak mendapatkan bonus. Varian yang semakin beragam menyebabkan praktik bisnis ini tak pernah surut dan selalu berhasil memikat anggota baru yang tergiur oleh pendapatan besar dengan cara yang paling mudah.

Ya, tidak ada cara yang instan untuk mendapatkan uang, apalagi menjadi kaya. Namun dunia internet menjanjikan banyak sekali celah yang dapat menarik perhatian orang-orang baru dan masih awam dengan jagad nirkabel ini.

Bahkan, konon kabarnya bisnis MLM di Amerika Serikat turut berperan aktif menggerakkan roda-roda perekonomian di negara tersebut. Pengaruhnya di Indonesia juga sangat terasa dari terlihatnya beragam iklan affiliate marketing dan cerita-cerita kesuksesan yang menyebar di beragam situs. Apakah semua itu benar?

Selubung Praktik Ilegal di Bisnis MLM

Satu pokok penting yang mesti diwaspadai dari penawaran bisnis MLM adalah penerapan sistemnya yang ilegal. Yaitu skema Phonzi atau arisan berantai atau Pyramid Scheme. Praktik ini termasuk dalam kategori ilegal dan oleh sebab itu mesti hati-hati dalam memahami dan mengamati penawaran sebuah bisnis MLM.

Bagaimana praktik penipuan itu dijalankan? Awalnya adalah dengan menawarkan kewajiban kepada anggota untuk menyetorkan sejumlah dana. Setelah itu, mereka dapat kesempatan bonus jika berhasil merekrut anggota baru yang kadang disebutkan dalam berbagai istilah seperti investor, nasabah, atau dalam istilah MLM yang populer adalah downline.

Lho, bukannya model penerapan itu adalah ciri dari MLM yang selama ini kita ketahui? Model praktik ini umumnya tidak melibatkan penjualan produk. Dan memang benar bahwa nyaris susah dibedakan antara praktik MLM yang legal atau resmi dengan skema penipuan yang disebutkan tadi.

Pertumbuhan kesadaran untuk berwirausaha di sebagian masyarakat terpantik oleh perkembangan informasi di internet. Hasrat dan minat melakukan investasi demikian tinggi namun sayangnya kurang diimbangi dan dikuatkan oleh pemahaman dan pengetahuan yang tepat. Jeratan penipuan bermodus MLM kian melebar saat kebiasaan instan mengakses internet tidak dibarengi oleh kontrol diri.

Para penipu tentu menggunakan dan mengolah berbagai teknik dan kreativitas demi menjaring korban sebanyak-banyaknya. Mereka menyamarkannya dalam bentuk bisnis MLM atau kemasan yang nampak berbeda namun lebih rapi dan semakin canggih.

Jenis seperti itu banyak kita jumpai di internet, entah sadar atau tidak. Nah, untuk menghindari modus penipuan itu, anda bisa mengidentifikasikannya dari produk yang ditawarkan. Cara lain adalah bergabung dengan grup di MLM tersebut yang sudah besar dan mempunyai metode duplikasi. Salah satu nya adalah grup Qnet Ora Umum dari MLM Qnet Indonesia. Grup ini sudah sangat besar di Indonesia dan mempunyai metode duplikasi yang memastikan bahwa anggota yang baru bergabung juga mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa sukses.