Cara berpakaian Muslim telah menarik perhatian besar dalam beberapa tahun terakhir, dengan beberapa kelompok menunjukkan bahwa pembatasan pakaian merendahkan atau mengendalikan, terutama untuk wanita. Beberapa negara Eropa bahkan telah mencoba untuk melarang aspek-aspek tertentu dari adat berpakaian Islami, seperti menutupi wajah di depan umum. Kontroversi ini sebagian besar berasal dari kesalahpahaman mengenai alasan di balik aturan berpakaian Islam. Pada kenyataannya, cara berpakaian kaum Muslim benar-benar didorong oleh kesopanan sederhana dan keinginan untuk tidak menarik perhatian individu dengan cara apa pun. Muslim pada umumnya tidak membenci larangan yang ditempatkan pada pakaian mereka oleh agama mereka dan kebanyakan menganggapnya sebagai pernyataan bangga tentang iman mereka.

Islam memberikan panduan tentang semua aspek kehidupan, termasuk masalah kesopanan publik. Meskipun Islam tidak memiliki standar tetap untuk gaya berpakaian atau jenis pakaian yang harus dipakai oleh Muslim, ada beberapa persyaratan minimum yang harus dipenuhi.

Islam memiliki dua sumber untuk panduan dan putusan: Al-Quran, yang dianggap sebagai firman Allah yang diwahyukan, dan Hadits — hadis Nabi Muhammad, yang berfungsi sebagai teladan dan pemandu manusia.

Perlu dicatat juga bahwa kode perilaku ketika datang ke pakaian sangat santai ketika individu berada di rumah dan dengan keluarga mereka. Persyaratan berikut ini diikuti oleh Muslim ketika muncul di depan umum, bukan di privasi rumah mereka sendiri.

Ketebalan
Nabi Muhammad pernah memperingatkan bahwa di generasi selanjutnya, akan ada orang-orang “yang berpakaian belum telanjang.” Pakaian tembus pandang tidak sederhana, baik untuk pria maupun wanita. Pakaian harus cukup tebal sehingga warna kulit yang menutupi tidak terlihat, atau bentuk tubuh di bawahnya.

Penampilan Keseluruhan
Penampilan keseluruhan seseorang harus bermartabat dan sederhana. Pakaian berkilap dan mencolok secara teknis memenuhi persyaratan di atas untuk pemaparan tubuh, tetapi mengalahkan tujuan kesopanan keseluruhan dan karena itu berkecil hati.

Tidak Meniru Iman Lain
Islam mendorong orang untuk bangga akan siapa mereka. Muslim harus terlihat seperti Muslim dan tidak seperti tiruan orang-orang dari agama lain di sekitar mereka. Perempuan harus bangga dengan kewanitaan mereka dan tidak berpakaian seperti laki-laki. Dan laki-laki harus bangga dengan maskulinitas mereka dan tidak mencoba meniru perempuan dalam pakaian mereka. Untuk alasan ini, pria Muslim dilarang mengenakan emas atau sutra, karena ini dianggap aksesoris feminin.

Layak Tapi Tidak Mencolok
Al-Quran mengajarkan bahwa pakaian dimaksudkan untuk menutupi area pribadi kita dan menjadi perhiasan (Quran 7:26). Pakaian yang dikenakan oleh Muslim harus bersih dan layak, tidak terlalu mewah atau kasar. Orang tidak harus berpakaian dengan cara yang dimaksudkan untuk mendapatkan kekaguman atau simpati orang lain.

Perilaku dan Tata krama
Pakaian Islam hanyalah salah satu aspek kesopanan. Lebih penting lagi, seseorang harus sederhana dalam perilaku, sopan santun, ucapan, dan penampilan di depan umum. Gaun hanyalah salah satu aspek dari wujud total dan yang hanya mencerminkan apa yang ada di dalam hati seseorang.

Apakah Busana Islami Membatasi?
Busana Islam terkadang menarik kritik dari non-Muslim; Namun, persyaratan pakaian tidak dimaksudkan untuk membatasi baik untuk pria atau wanita. Kebanyakan Muslim yang mengenakan pakaian sederhana tidak merasa tidak praktis dengan cara apa pun, dan mereka dapat dengan mudah melanjutkan aktivitas mereka di semua tingkatan dan kehidupan.

Berikut adalah informasi tentang Persyaratan Busana Islami bagi yang sedang mencari perlengkapan muslim silahkan kunjungi http://pusatsongkok.com